public affairsIndonesia dan Australia adalah dua tetangga dekat. Sebagaimana layaknya tetangga dekat, hubungan keduanya sangat dinamis. Contohnya adalah Referendum Timor Timur yang sekarang menjadi negara berdaulat bernama Timor Leste. Selama beberapa tahun hubungan Indonesia-Australia agak tegang karena penempatan pasukan Negeri Kanguru. Di pihak Australia, banyak kalangan masih marah sehubungan dengan terbunuhnya lima orang wartawan Australia di Balibo, Timor Timur tahun 1975.

Selama sepuluh tahun terakhir hubungan bilateral Indonesia-Australia membaik. Dalam pertemuan puncak bilateral pada 2012 di Darwin, Australia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Julia Gillard dari Partai Buruh mengumumkan rencana peningkatan hubungan perekonomian kedua negara melalui perjanjian kerja sama bilateral. Perjanjian ini dinamakan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia. Cakupan dari perjanjian kemitraan tersebut lebih luas jika dibandingkan dengan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) biasa.

Selama beberapa tahun proses perundingan untuk mewujudkan IA-CEPA tidak mengalami kemajuan sampai terjadi pergantian pemerintahan di kedua negara.

Pada 2016, para kepala pemerintah baru kedua negara mencanangkan kembali tekad untuk melanjutkan negosiasi demi mewujudkan IA-CEPA. Indonesia diwakili oleh Presiden Joko Widodo sementara pihak Australia oleh Perdana Menteri Malcolm Turnbull yang mengepalai pemerintahan dengan koalisi Partai Liberal dan Partai Nasional. Uniknya, Partai Liberal di Australia berhaluan politik konservatif.

Foto-foto Malcolm Turnbull, Perdana Menteri Australia yang adalah seorang jutawan dari kota Sydney, dalam kunjungannya yang pertama ke Indonesia bersama Presiden Jokowi melakukan “blusukan” di Pasar Tanah Abang menghiasi halaman depan surat kabar di kedua negara. Semua kalangan memandangnya sebagai kedekatan pribadi di antara keduanya dan menandai era baru kerja sama antara Indonesia dengan Australia. Tidak lama kemudian muncul kembali foto-foto Presiden Indonesia bersama Perdana Menteri Australia berjalan santai bersama di suatu akhir pekan di pantai Kota Sydney yang lebih mempertebal kesan adanya persahabatan.

Perundingan IA-CEPA memiliki ciri khas dengan dibentuknya Indonesia-Australia Business Partnership Group (IA-BPG) atau Grup Kemitraan Bisnis yang terdiri dari masing-masing tiga organisasi di kedua pihak mewakili kepentingan dunia usaha dalam negosiasi ini. Pihak Indonesia diwakili oleh KADIN Indonesia, APINDO dan Indonesia-Australia Business Council (IABC). Sementara pihak Australia diwakili oleh organisasi-organisasi sepadan, yaitu Australian Chamber of Commerce & Industry (ACCI), Australia Industry Group (Ai Group) dan Australia-Indonesia Business Council (AIBC).

Teori Ekonomi
Keenam organisasi ini sepakat untuk menyerahkan dokumen bersama sebagai masukan dari pihak pelaku dunia usaha kepada kedua pemerintah. Disepakati bahwa KADIN Australia (ACCI) akan melakukan stakeholder engagement di Australia. Sementara di Indonesia, Kiroyan Partners yang melakukan engagement dengan para pemangku kepentingan dari asosiasi-asosiasi bisnis sektoral melalui focus group discussion (FGD) dan wawancara langsung. IA-BPG juga mempercayakan Kiroyan Partners untuk menggabungkan keseluruhan hasil stakeholder engagement ke dalam satu dokumen utuh. Oleh karena itu, Kiroyan Partners secara aktif turut serta di dalam perundingan-perundingan IA-BPG.

Hasil akhir dari keseluruhan proses di atas adalah sebuah dokumen setebal 130 halaman berjudul “Two Neighbours, Partnership in Prosperity” (Dua Tetangga, Mitra Dalam Kesejahteraan).

Tentunya sebelum itu, dalam beberapa pertemuan IA-BPG, Kiroyan Partners mengemukakan manfaat dari suatu landasan teori ekonomi dalam menunjang pandangan dunia bisnis. Akhirnya, rekomendasi kami diterima oleh keenam organisasi bisnis kedua negara dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari dokumen akhir. Dengan demikian teori ekonomi juga berperan dalam analisis dan rekomendasi kerja sama ekonomi bilateral kedua negara.

Pekerjaan yang cukup menantang dan keterlibatan intensif dalam upaya mewujudkan kerja sama ekonomi internasional ini menunjukkan betapa beragamnya pekerjaan di bidang public affairs.

 

Noke Kiroyan
Chairman & Chief Consultant, Kiroyan Partners

Artikel ini telah dipublikasikan di Majalah PR Indonesia Edisi 41|Th IV|Agustus 2018, halaman 59.

 

Unduh klipingnya di sini.

share this insight

Share to Facebook Share to Linkedin

let's work together

Tell us about your project brief or just contact us
read other insights